Home > News > Masjid Bersejarah Ambruk, 41 Orang Tewas

Masjid Bersejarah Ambruk, 41 Orang Tewas

Meknes, Minggu – Menara sebuah masjid di Meknes, Maroko, yang berusia ratusan tahun ambruk saat shalat Jumat dan menewaskan 41 orang serta mencederai 86 orang. Raja Mohammed VI memerintahkan para ahli memeriksa keamanan masjid-masjid bersejarah di negara itu.

Menara masjid runtuh kala Masjid Lalla Khenata dipenuhi sekitar 300 orang yang bershalat Jumat di kota Meknes, sebuah situs warisan budaya UNESCO dan sebuah kota tua bertembok dengan jalan-jalan sempit berkelok-kelok.

Para petugas penyelamat, Sabtu, menggali keluar jenazah terakhir dari korban yang tewas tergencet runtuhan menara. ”Pihak berwenang menyelesaikan operasi penyelamatan dan mereka membersihkan reruntuhan. Jenazah korban terakhir dikeluarkan pada Sabtu dini hari,” kata anggota parlemen, Abdallah Bouanou, dari tempat kejadian.

Warga yang marah menuduh pihak berwenang mengabaikan peringatan-peringatan sebelumnya mengenai keadaan masjid itu dan juga mengeluhkan kelambatan operasi penyelamatan. Tentara akhirnya dikirim untuk membantu.

”Seorang lelaki muda bisa terdengar meminta tolong tadi malam, tetapi saat dia dikeluarkan dari reruntuhan sudah tewas pagi ini,” kata Bouanou.

Komandan pertahanan sipil, Alaoui Ismaili, mengatakan, operasi lambat karena sempitnya jalan-jalan di kawasan tua Bab el Bardiyine, tempat masjid itu, membuat peralatan berat tidak bisa dibawa masuk.

”Kami mengatakan kepada mereka berulang kali sebelumnya bahwa ada retak yang semakin lebar di dinding dan menara itu telah mulai miring. Namun, mereka mengabaikan peringatan itu,” kata seorang pria yang hanya menyebut namanya sebagai Mohamed.

Bisa dicegah

Dia dan warga yang lain mengatakan, mereka yakin kecelakaan tersebut bisa dicegah kalau peringatan-peringatan itu diperhatikan. ”Kami percaya kepada Allah dan apa yang merupakan takdir bagi kami. Namun, kali ini nyawa bisa diselamatkan kalau pihak berwenang memperlihatkan mereka peduli apa yang rakyat katakan,” kata seorang warga lain yang hanya menyebut namanya Zouhaier.

Para pejabat mengatakan, kecelakaan itu karena hujan lebat yang melemahkan menara masjid.

Para anggota keluarga membawa jenazah para korban melalui jalan-jalan menuju pemakaman, Sabtu. Ratusan orang, banyak di antaranya menangis tersedu-sedu, berjalan ke sebuah pekuburan setempat.

Raja Mohammed VI, Sabtu, memerintahkan para pejabat untuk melakukan ”kajian mendesak” dari masjid-masjid bersejarah di seluruh negeri untuk mengecek keamanan mereka, menurut kantor berita MAP.

Raja mengatakan, masjid yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Moulau Ismail, yang memerintah pada abad ke-17 dan ke-18 dan yang membuat Meknes ibu kota kerajaan, akan dibangun kembali. Meknes terletak 120 kilometer sebelah timur ibu kota Rabat.

Categories: News
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: