Home > Teknologi > TEKNOLOGI DAN APLIKASI LAYANAN BEBBASIS LOKASI

TEKNOLOGI DAN APLIKASI LAYANAN BEBBASIS LOKASI

Dewasa ini perkembangan teknologi komunikasi dan informasi telah merambah di semua bidang kehidupan. Perkembangan teknologi Global Positioning System (GPS), perangkat telepon selular, sistem informasi geografis dan teknologi telekomunikasi nirkabel (wireless) telah menimbulkan gagasan untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi berbasis lokasi (location based service). Layanan yang berbasis pada lokasi merupakan suatu jenis layanan yang sangat dibutuhkan oleh pengguna telepon selular dan dapat menjadi fitur yang menguntungkan bagi penyedia layanan komunikasi. Banyak aplikasi yang mengacu pada jenis layanan ini, seperti layanan panggilan darurat, informasi rumah sakit, tempat pengisian BBM, kantor polisi, lokasi ATM, aplikasi bantu bagi pengemudi, sistem pelacakan (paket pos, kendaraan, taksi,bus), layanan iklan dan masih banyak lagi.

PERKEMBANGAN LBS

Salah satu aspek yang mempengaruhi pesatnya perkembangan layanan berbasis lokasi adalah beberapa peraturan pemerintah di negara-negara Amerika dan Eropa. US FCC (Federal Communications Commisions) sejak tahun 1996 tlah menerbitkan serangkaian peraturan untuk meningkatkan kualitas dan kehandalan layanan emergensi 911 untuk pengguna telepon nirkabel dengan mengadopsi dan mengimplementasikan layanan E-911 (enhanced 911).

Komisi eropa pada tahun 199888 memperkenalkan nomorrr panggilan 112 untuk mendukung layanan emergensi bagi pengguna layanan telepon tetap maupun bergerak. 112 memungkinkan pengguna untuk melakukan panggilan darurat diseluruh negara yang tergabung dalam Europian Union (EU) untuk memanggil satu nomor 112 untuk layanan kebakaran, medis, dan polisi.

METODE PENENTUAN POSISI

Teknologi Berbasis Jaringan

Penentuan posisi berbasis jaringan adalah suatu metode penentuan posisi pengguna (terminal bergerak) dimana pihak yang aktif adalah pada sisi jaringan ( bukan terminal bergerak). Keuntungan utama metode penentuan posisi pengguna (telepon bergerak) berbasis jaringan adalah layanan menggunakan metode ini dapat digunakan pada telepon bergerak yang ada saat ini. Semua pemutakhiran (upgrade) yang dibutuhkan dilakukan pada sisi jaringan atau operator telepon selular.

a. Identaitas Sel ( CGI-TA)

Semua parameter yang diperlikan untuk penentuan posisi dengan metode CGI-TA (Cell Global Identity – Timming Advance) ini diimplementasikan pada sisi jaringan penyedia layanan telepon bergerak. Satu- satunya piranti tambahan yang dibutuhkan adalah mobile positioning centre yang digunakan untuk proses penghitungan perkiraan posisi terminak bergerak.

Metode penentuan posisi TA dengan satu sel mempergunakan parameter CGI dan TA untuk menemukan lokasi dari terminal bergerak (mobile station, MS). Parameter CGI menunjukkan sel dimana MS berada. Sebuah sel dapat lingkaran (circular) atau lingkaran dengan 3 sektor (triangular sector). Parameter TA merupakan estimasi jarak MS terhadap BTS yang sedang melayani nya (serving BTS). Nilai TA dibagi menjadi 64 slot (0-63), setiap slot dengan radius 550 meter. Ini berarti MS yang berjarak 600 meter dari serving BTS akan mempunyai TA sama dengan 1. Dengan menggunakan niali TA, lokasi MS dapat ditentukan dengan lebih akurat dalam sel yang telah didentifikasi dengan parameter CGI. Nilai TA menentukan area lokasi dan estimasi jarak MS terhadap BTS dengan kenaikan radius 550 meter.

Akurasi metode CGI-TA ini bervariasi sebanding dengan ukuran sel jaringan telepon seluler. Radius sel bervariasi dari 100 meter sampai 35 km. Pada sel yang berukuran kecil akurasinya cukup bagus dan sebaliknya semakin luas cakupan sebuah sel akurasinya semakin rendah. Akurasinya juga bergantung pada bentuk cell apakah circullar cell atau triangular sector cell.

b. Up-Link Time of Arrival (UL-TOA)

Pada metode uplink time of arrival (UL-TOA), kalkulasi dilakukan oleh jaringan, bukan oleh MS. Metode ini melibatkan beberapa BTS yang masih dapat menjangkau untuk ‘mendengarkan’ burst yang dipancarkan oleh MS. Ketika BTS-BTS ini menerima burst dari MS, mereka merekam waktu saat burst pertama diterima dan mengirimkan ke server. Server mengumpulkan data dari beberapa BTS dan dengan membandingkan data-data waktu kedatangan burst dan posisi BTS, server dengan triangulasi dapat menghitung posisi terminal bergerak (MS).

Akurasi dari metode ini bervariasi tergantung pada ‘knowledge’ atas BTS sekitar, propagasi atas isyarat yang diterima dan sinkronisasi clock di jaringan. Karena metode penentuan posisi ini sepenuhnya dilakukan oleh jaringan (bukan MS), biaya investasi bagi operator telekomunikasi selular tinngi. LMU yang diperlikan untuk metode ini lebih tinggi dibandingkan metode hibrid E-OTD.

c. Angel of Arrival

Metode angel of arrival (AOA) memerlikan instalasi antena pengarah (directional antenna) atau antena larik (array antenna). Perhitungan lokasi terminal bergerak didasarkan pada triangulasi. Perpotongan antara dua garis yang masing-masing terbentuk oleh sebuah radial dari BTS. Metode ini mensyaratkan MS mengetahui paling tidak terdapat dua BTS didekatnya. Jika tersedia lebih dari dua BTS (biasanya 3 BTS) dapat dimanfaatkan pula dalam penghitungan.

Akurasi metode ini bervariasi tergangtung pada pengetahuan MS akan sikap BTS di sekitarnya. Metode ini memerlukan agar MS line of sight terhadap BTS yang terlibat agar estimasi posisi bisa akurat.

Categories: Teknologi
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: