Home > Showbizz > SHUTTER ISLAND: Mencari Jiwa yang Linglung

SHUTTER ISLAND: Mencari Jiwa yang Linglung

SHUTTER ISLAND

SUTRADARA : Martin Scorsese
PRODUSER : Chris Brigham, Brad Fischer
PENULIS SKENARIO : Laeta Kalogridis
PEMAIN : Leonardo DiCaprio, Mark Ruffalo, Ben Kingsley, Max von Sydow, Michelle Williams.

Pada tahun 1954, US Marshal Teddy Daniels (Leonardo DiCaprio) dan mitra barunya Chuck Aule (Mark Ruffalo) ditugaskan menyelidiki pelarian seorang pasien berbahaya di sebuah rumah sakit khusus para kriminal di sebuah lokasi terpencil di Pulau Shutter.

Bagi Teddy, jelas bukan perkara gampang untuk bisa mengorek informasi secara gamblang. Para penghuni terlihat bungkam dan enggan diajak bicara terbuka. Terlebih ketika ia menyebut salah satu nama. Teddy berusaha menekan, namun sial orang-orang yang ditanyainya memilih menutup mulut seribu bahasa. Ada ketakutan dan kengerian bila mereka berani “menyanyi” memberikan informasi kepada Teddy.

Alhasil usaha Teddy seperti terhalang tembok terlebih ketika para staf rumah sakit dan sipir penjara, juga susah diajak bekerja sama untuk menyelesaikan penyelidikan mereka. Dokter Cawley (Ben Kingsley) dan Dokter Naehring (Max von Sydow), juga seolah menyimpan rahasia besar akan hilangnya pasien bernama Rachel. Teddy percaya bila ia berhasil mengorek info-info yang dibutuhkannya, maka ia akan dengan mudah memecahkan kasusnya.

Berada di pulau terasing, ditambah suasana batinnya yang kacau-balau membuat Teddy makin terpuruk. Bayang-bayang kematian istrinya (Michelle Williams) terus menghantuinya tanpa cela. Teddy seperti berada dalam sebuah mimpi. Sangat tipis bahkan nyaris sulit untuk dibedakan.

Dalam mimpinya, sang istri selalu mengatakan bahwa pembunuhnya, ada di rumah sakit itu. Lantas, apa Teddy dapat menemukan jawaban apa yang ia cari? Memang bukan perkara gampang. Terlebih segala sesuatu yang terlihat ternyata berbanding terbalik dengan kenyataannya.

Sutradara Martin Scorsese memberikan jawabannya. Film berdurasi 138 menit ini, ibarat menyusun sebuah puzzle yang rumit. Kisah pun disajikan dengan alur cerita yang lamban. Kemudian bergerak lincah, samar-samar kadang gelap.

Boleh jadi, bagi penonton yang suka dengan adegan mengumbar laga, film garapan sutradara peraih Oscar, yang pernah sukses dengan film-film seperti The Aviator, Taxi Driver, dan Gangs of New York, akan terasa menjenuhkan. Tapi tidak buat mereka yang suka dengan kisah yang kuat dengan unsur drama psikologi.

Shutter Island diangkat dari novel karangan Dennis Lehane. Film ini menjadi rekor terbesar Scorsese di box office dengan meraih pendapatan pada pemutaran perdananya dengan perolehan sebesar 40 juta dollar AS. Yang unik, film ini merupakan film keempat hasil kolaborasi Leonardo DiCaprio bersama Scorsese. Sebelumnya, keduanya meraih sukses lewat film-film seperti Gangs of New York, The Departed, dan The Aviator.

Categories: Showbizz
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: